Bagaimana Sejarahnya Memperingati Hari Anak Tanggal 23 Juli?

Ketika kita melihat keadaan di negara ini, hari ibu ada. Hari anak ada. Kalau hari bapak? Hari paman, bibi, kakek, nenek? Masa semuanya ada harinya ya? Pada hari anak sendiri, apakah Anda tahu kita sejarahnya memperingati hari anak nasional pada tanggal 23 Juli? Yuk, kita simak berikut ini!

Anak-anak merupakan komponen bangsa yang sangat penting. Sebab, merupakan penerus dari generasi sekarang ini. Usia orang tua mungkin 60-70 tahun sesuai dengan hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sementara anak-anak bisa lebih berumur lebih panjang. Mereka masih 1 tahun, 2 tahun dan seterusnya. Makanya, memperingati hari anak bisa melihat kembali, bahwa ini lho, kita punya anak-anak yang siap menggantikan pengisi negara ini.

Dalam sebuah hadits, disebutkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yang bisa melampaui pada umur tersebut.” (HR. Ibnu Majah: 4236, ulama hadits Syaikh Al-Albani berpendapat bahwa hadits ini hasan shahih).

Dari Orde Baru

orde-baru
Hari Anak dari Zaman Orde Baru

Ketika kita berbicara tentang Orde Baru, apa yang terlintas? Anak-anak sekarang jelas belum merasakan pada saat itu, karena memang belum lahir. Seorang bapak pernah mengatakan bahwa anaknya yang belum lahir itu masih menjadi kentut. Hem…

Orde Baru kental sekali kepemimpinan dari Presiden Soeharto. Seorang presiden yang telah memimpin negara ini selama kurang lebih 32 tahun, 8 periode. Siapa sekarang yang bisa menyainginya? Belum ada bukan? Dan, memang tidak akan pernah ada, selama aturan belum diubah. Presiden sekarang maksimal menjabat 2 periode selama 10 tahun. Mau tambah 3 periode, mungkin bisa pindah ke negara lain, meskipun ini cuma khayalan.

Rupanya, memperingati hari anak nasional pada setiap 23 Juli itu dimulai ketika Orde Baru tersebut masih berjaya. Menurut Presiden Soeharto, anak-anak merupakan aset kemajuan dari bangsa Indonesia. Anak-anak masih butuh dipoles, dididik, dikembangkan dan diberikan pengarahan yang baik agar bangsa Indonesia ke depan makin maju dan luar biasa! Setuju?

Bagaimana cara Presiden Soeharto menetapkan hari anak? Jelas melalui peraturan, lebih tepatnya melalui Keputusan Presiden RI No 44 pada Tahun 1984. Nah, kalau melihat angka tahun di sini, berarti umur orang tua kita sekarang 35 tahun. Umur yang bagus karena pas ganjil, 35 tahun.

Hari anak nasional diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan anak Indonesia. Tidak cuma satu atau dua, tetapi semuanya. Berapa itu? Yang jelas banyak sekali! Anak-anak Indonesia menjadi target dan sasaran agar semakin baik.

Keadaan Internasional

perserikatan-bangsa-bangsa
Gedung Perserikatan Bangsa-bangsa di Amerika Serikat

Ternyata, tidak cuma negara kita yang memperingati hari anak nasional secara khusus, tetapi juga negara-negara lain. Tentunya, berbeda-beda tanggal yang mereka pilih, tidak selalu 23 Juli. Bukankah tanggal lain masih banyak?

Mengapa negara-negara lain perlu memperingati hari anak? Rupanya, hal tersebut disesuaikan dengan Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) 836 (IX) yang dikeluarkan pada tanggal 14 Desember 1954. Isinya memberikan rekomendasi untuk semua kepala negara atau kepala pemerintahan untuk bisa meresmikan Hari Anak pada tanggal yang dipilih oleh masing-masing negara.

Kita mulai dari Jepang. Sudah pernah lihat Jepang? Kiranya banyak dari kita sudah melihat Jepang, terutama di televisi. Di negeri yang dikenal dengan matahari terbit tersebut, Hari Anak dirayakan setiap tanggal 5 Mei. Tujuannya untuk merayakan kebahagiaan setiap anak. Pada awalnya dinamakan Tango no sekku. Ini adalah salah satu dari lima upacara tahunan yang diselenggarakan di istana kekaisaran. Dinyatakan sebagai hari libur nasional pada tahun 1948 oleh pemerintah.

Dari Jepang, kita ke Turki. Hari Anak sebagai hari libur nasional dinyatakan oleh Republik Turki pada tahun 1920, mengalami peresmian tanggal 23 April. Sama dengan negara kita, tanggal 23, tetapi bulannya berbeda. Tidak masalah. Selain hari anak nasional, ada juga Peringatan Hari Anak Universal atau dalam sebutan lain World’s Children Day pada tanggal 20 November. Masih ada lagi, Hari Anak Internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Juni.

Jepang sudah, Turki juga sudah, selanjutnya? Kita masuk di Inggris. Apakah negara ini yang pertama kali membuat kunci inggris? Entahlah. Yang jelas di sana, hari anak dirayakan bersama setiap tanggal 12 Mei. Tujuannya agar memotivasi anak-anak untuk mengisi waktu pada awal musim panas di luar sambil menjelajahi alam. Hari Anak Internasional untuk pertama kalinya dirayakan pada tahun 1857. Hari Minggu kedua di bulan Juni.

Lanjut ke Amerika. Memperingati hari anak nasional di sana awalnya dibuat oleh seorang pendeta di Massachusetts. Dia membuat suatu pelayanan khusus untuk anak-anak. Peringatan Hari Anak Internasional secara resmi dan legal diperingati mulai tahun 1929 resmi ada di Turki pada tanggal 23 April. Pada tahun 1950, peringatan Hari Anak Internasional ditetapkan sah setiap tanggal 1 Juni dengan tujuan untuk melindungi anak-anak.

Mengacu pada Hari Anak Universal tersebut diresmikan oleh PBB dengan mengambil tanggal 20 November 1954. Sesudah Hari Anak Universal ditetapkan, PBB selanjutnya mengadopsi Deklarasi Hak Anak pada tahun 1959. Dilanjutkan dengan konvensi tentang hak anak pada tahun 1989. Apa tujuan dari peringatan kedua hari tersebut? Sebetulnya hampir sama, sebagai peringatan untuk anak-anak.

Hari Anak Universal dibuat agar bisa menampilkan sudut pandang dan sikap masyarakat dalam memperlakukan anak-anak, tentunya tidak terlepas dari upaya meningkatkan kesejahteraan anak-anak. Sedangkan Hari Anak Internasional diperingati agar bisa melindungi hak-hak anak, juga untuk mengurangi angka anak-anak yang berada dalam masa bekerja.

Cara Untuk Memperingati Hari Anak Nasional

keluarga-bahagia
Dari Peringatan Hari Anak, Yuk, Ciptakan Keluarga Bahagia Untuk Anak-anak Kita!

Peringatan hari besar nasional, termasuk dalam hal ini adalah memperingati hari anak, biasanya dilakukan dengan upacara bendera. Sekolah-sekolah juga tidak luput untuk melakukan peringatan ini, karena pada tempat itulah, memang banyak terhimpun anak-anak. Mereka dididik dengan pola pendidikan di negara ini untuk mencetak generasi unggul di masa depan alias di masa yang akan datang.

Sedangkan bagi orang tua, apakah perlu juga memperingati hari anak di rumah? Ini jelas tergantung dari masing-masing keluarga. Sebab, setiap keluarga jelas tidak bisa mencampuri keluarga lainnya. Namun, yang perlu diingat adalah jangan sampai memperingati hari anak, hanya sebatas peringatan. Hanya sebatas tahu tanggalnya pada 23 Juli. Lebih penting daripada itu adalah esensi untuk ikut meningkatkan kesejahteraan dari masing-masing anak. Meningkatkan kebahagiaan mereka.

Untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan anak, itu menjadi tugas siapa? Negara dan orang tua bisa jadi jawabannya. Negara dengan memberikan fasilitas umum yang mendukung kehidupan anak, meluncurkan kota ramah anak, melindungi anak-anak dari berbagai kejahatan dan pelecehan, serta tindakan-tindakan lain oleh pemerintah.

Sedangkan orang tua dalam bentuk memberikan kasih sayang, cinta, perhatian dan perlindungan di dalam rumah untuk anak-anaknya. Orang tua mesti menjadi teladan atau contoh yang baik. Anak-anak jangan cuma membanggakan tokoh idolanya, artis misalnya. Kita rindu bahwa anak-anak akan mengidolakan orang tuanya sendiri. Apalagi kalau orang tuanya artis juga. Walah…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *