berita-viral-di-medsos-2019
Dunia Remaja

Berita Viral di Medsos 2019: Balapan Ala Rossi di Tempat Orang Mengingat Mati

Ada yang lagi dibicarakan di media sosial, tentang remaja yang kebut-kebutan justru di kuburan. Hal itu tentu menjadi berita viral. Warganet melihatnya di Instagram. Bagaimana ceritanya?

Sebenarnya miris juga dengan yang satu ini. Para remaja ingin menjadi viral di laman sosial. Namun, salah jalan yang mereka tempuh. Bagaimana tidak? Mereka malah kebut-kebutan di kuburan. Suatu tempat yang kita tahu, sakral dan kadang terasa keramat. Tapi malah dipakai untuk hal-hal seperti itu. Akhirnya jadi berita viral di medsos 2019, lebih tepatnya di Instagram. Apakah itu tujuan yang ingin mereka raih?

Kaos Merah

kaos-merah

Warna tidak selalu identik dengan sesuatu. Misalnya warna dikaitkan dengan partai politik atau pilihan politik yang diambil. Merah, biru, kuning, hijau, kita tahu parpol mana saja itu. Namun, kali ini, dengan sedikit mengambil napas tetapi tidak sampai ditahan hingga 2 jam, ternyata remaja pelaku kebut-kebutan di kuburan itu memakai kaos warna merah.

Lalu, kejadian yang menjadi berita viral di medsos 2019 itu apakah memang dipengaruhi oleh warna kaos? Bukankah warna merah itu memang tandanya berani. Sedangkan putih itu artinya suci. Makanya, perempuan yang kulitnya putih, itu biasanya masih gadis alias masih suci. Betulkah?

Bagaimana awal mulanya bisa menjadi video viral di media sosial? Entah siapa yang punya ide buruk seperti itu? Sepertinya pembalap motor profesional pun tidak ada yang berpikir mau balapan di kuburan! Jangankan motor, bahkan mobil pun tidak. Karena memang tempatnya khusus dan dihormati oleh para keluarganya. Apalagi jalurnya juga bisa tidak jelas. Apakah pusara-pusara yang ada mau dilompati? Atau diterobos saja?

Baca Juga: Cita-cita Anak-anak Sekarang, Semua Ingin Menjadi Youtuber?

Awalnya, diunggah oleh sebuah akun Instagram dengan nama @ndorobeii. Tepatnya hari Rabu (24/7). Pelakunya ada beberapa remaja berkaos merah. Pusara-pusara yang ada dianggap gundukan atau tumpukan tanah saja dan tentu saja menjadi halang rintang di balapan liar itu. Padahal setinggi-tingginya gundukan di kuburan, tidaklah setinggi gundukan perlombaan motorcross.

Tentu saja kejadian tersebut menjadi berita viral di medsos terbaru dan entah apakah mau ada lagi video viral di media sosial layaknya itu? Bila dikaitkan dengan remaja sih, apalagi remaja Indonesia, sebenarnya potensi kreatif itu masih akan terus ada. Bisa jadi bukan lagi di kuburan, mungkin di selokan. Atau malah di got. Mungkin saja ‘kan?

Meskipun video viral di media sosial tentang balapan kuburan itu muncul juga video klarifikasinya, tetapi warganet tetap berkomentar negatif. Masa cuma permintaan maaf saja? Kok tidak ada hukumannya? Mereka tetap menyerang para remaja itu karena sudah bertindak kurang ajar. Minta maaf tidaklah cukup!

Cara Menjadi Viral

cara-menjadi-viral

Mungkin remaja sekarang tidak mengenal KH. Zainuddin MZ. Beliau adalah seorang ustadz dan sekaligus kyai haji dengan ceramah-ceramahnya yang kadang menggelitik. Salah satunya adalah mengacu pada keinginan orang untuk menjadi viral. Lebih lengkapnya cara menjadi viral. Kalau hal ini dilakukan, maka otomatis akan menjadi berita viral di medsos 2019, tidak cuma Indonesia, bahkan dunia internasional. Memangnya, melakukan apa sih?

Menurut KH. Zainuddin MZ Rahimahullah, jika ingin terkenal, kencingilah sumur air Zamzam! Nah, kira-kira sampai sekarang, ada yang pernah melakukannya? Kalau hal itu dilakukan, otomatis akan menjadi berita viral di medsos terbaru. Orang-orang akan ramai membicarakannya. Beritanya akan menghuni timeline dalam waktu yang cukup lama. Masyarakat akan memberikan berbagai macam komentar. Namanya komentar, sebagian besar pastilah sembarangan. Sesuatu yang ada di pikiran orang, itulah yang dikeluarkan sebagai komentar.

Baca Juga: [Miris] Kok Orang Tua Berdiri di Dalam Bus Dibiarkan Saja?

Apalagi pada diri seorang remaja yang notabene butuh namanya eksistensi. Eksis. Tentu hal ini berbeda dengan merek kartu prabayar yang katanya murah itu. Coba dilihat, ketika ada remaja putri atau cewek lewat di depan remaja laki-laki, biasanya yang laki-laki akan mencari perhatian. Entah itu dengan bersiul-siul, padahal si cewek berbeda dengan burung dalam sangkar. Memasukkan tangan di mulut lalu bilang, “Sit, suit!”. Padahal cewek itu tidak sama dengan kudanya Zorro yang bisa dipanggil dengan cara itu.

Meskipun remaja laki-laki tidak ada prestasi akademis yang menonjol, tetaplah mencari perhatian. Tetap ingin menjadi viral di media sosial, termasuk juga di dunia sial, maksudnya dunia nyata. Sial di sini bagi sebagian orang dalam melihat kenyataan lho! Hari dianggap sial. Kendaraan tidak luput disebut bikin sial. Anak, istri, juga bisa kena begitu. Padahal kelor tidaklah selebar daun dunia. Kadang sial, kadang tidak beruntung. Wah…

Butuh Bimbingan dan Pengarahan

bimbingan-dan-pengarahan

Namanya remaja itu adalah jelas peralihan dari anak-anak ke dewasa. Masa-masa saat mulai berkembang jiwa dan badan. Semestinya memang butuh banyak bimbingan, nasihat dan pengarahan. Karena kadang remaja itu menjadi kaum yang sok tahu. Merasa tahu segalanya. Rasa ingin mencobanya terlalu tinggi. Pada akhirnya, yang negatif justru juga dilakukan, karena coba-coba. Merokok, pacaran, seks bebas sampai narkoba. Untunglah untuk ke neraka itu harus mati dulu. Kalau tidak, mereka mungkin terpikir juga untuk merasakan tinggal sementara di neraka.

Terkadang, remaja memang ketika diberikan nasihat, tidak sepenuhnya mendengar. Misalnya, dalam berita viral di medsos 2019 yang tampak di atas. Harusnya tahu dan mengerti bahwa kuburan itu untuk tempat apa sih? Jelas untuk menempatkan jenazah atau orang yang sudah meninggal. Mereka mungkin merasa kalau balapan di situ, jenazah-jenazah di dalamnya tidak akan protes. Kalau kejadian protes betulan bagaimana? Mereka sudah siap?

Padahal semestinya melihat kuburan saja, kita seharusnya ingat mati. Orang yang sudah meninggal bisa jadi orang tua, paman, bibi, kakek, nenek, saudara, tetangga, teman kerja, selingkuhan, mantan, penjual keliling di sekitar rumah kita atau yang lainnya masih banyak. Kalau mereka saja meninggal, masa kita tidak? Pastilah kita akan meninggal juga. Tergantung mau mati dengan cara bagaimana dan keadaan seperti apa? Semestinya jangan cuma berpikir mau hidup enak, tetapi juga harus merenung, bagaimana caranya mati enak?

Biasanya yang lagi viral di media sosial memang bisa positif dan negatif. Ngerjain orang, itu bisa juga viral. Orang yang dikerjain awalnya marah, tetapi begitu tahu hanya untuk lucu-lucuan, maka dia tersenyum. Meskipun bisa diartikan dipaksa untuk tersenyum. Karena ‘kan awalnya sudah jengkel setengah mati.

Kalau mau bikin video prank begitu, coba bikin video prank ngerjain presiden misalnya. Bisa tidak? Atau berani tidak? Kan ini susah luar biasa. Dan, semestinya jangan sampai terpikir di benak remaja kita karena akibatnya pasti akan fatal. Nyata fatal, bukan lagi fatalmorganal.

Atau jangan jauh-jauh deh. Coba ngerjain orang tua sendiri. Ini juga jangan sampai dilakukan oleh remaja kita. Demi menjadi viral di media sosial, orang tua pun jadi sasaran. Apalagi remaja laki-laki biasanya memiliki cinta yang spesial untuk ibunya. Bisa kualat kalau orang tua tidak dihormati, dihargai dan diperlakukan sembarangan.

Jika ingin membuat berita viral di medsos, maka bisa dibuat dengan cara yang elegan. Misalnya menampilkan prestasi yang positif. Banyak bukan yang bisa dijadikan bahan membuat video viral di media sosial. Viral yang positif, tentunya orang yang membagikan akan merasa senang juga. Keluarga pun akan jadi bangga. Remaja yang menjadi viral tersebut akan ditepuk pundaknya oleh orang tua karena membawa nama baik keluarga.

Sebaliknya, kalau yang lagi viral di media sosial seperti kejadian balapan di kuburan itu, pastilah bully yang didapatkan. Bully itu sangat tidak menyenangkan lho! Meskipun kita tidak mendengar langsung kata-kata itu karena bentuknya tulisan, tetapi tidak kalah pedas di hati. Apalagi jika membanjiri media sosial kita. Sudah mengunggah video, eh, ternyata kita sendiri yang diserang dengan komentar-komentar super negatif. Bukankah kita tahu kaidahnya bahwa warganet itu adalah yang paling benar dengan segala komentarnya?

Menjadi viral, boleh saja, selama itu untuk kebaikan bersama. Menjadi inspirasi untuk orang lain. Jika hal itu dilakukan, maka batin kita akan merasa puas dan jelas tidak akan bikin lemas. Nama baik kita akan terangkat dan eksistensi juga makin berisi. Jangan berpikir mau kencingi sumur air Zamzam. Lebih baik berpikir untuk pergi ke sana, untuk umroh dan haji. Selanjutnya nama kita bisa viral di langit. Ingat lho di langit, tempatnya makhluk Allah yang mulia. Viral di langit, maka Insya Allah surga pun bisa diraih dengan lebih tepat.

Baca Juga: Bagaimana Sejarahnya Memperingati Hari Anak Tanggal 23 Juli?

Sumber: Tribun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *