berdiri-di-dalam-bus
Dunia Orang Tua

[Miris] Kok Orang Tua Berdiri di Dalam Bus Dibiarkan Saja?

Ada seorang pembicara publik dari Jogja yang sering naik Mercedes Benz. Mungkin biar langsung dikira keren dan kaya. Begitu beliau bilang, tapi yang jendelanya banyak! Seketika langsung pikiran melayang ke bus. Nah, bagaimana bila ada orang tua berdiri di dalam bus?

Tentang bus ini, memang berbagai macam karakter. Namanya saja bus umum, pastilah dinaiki aneka jenis orang. Ada anak muda, anak tua, orang muda dan orang tua. Anak kecil, anak agak besar, anak besar, dan anak besar sekali. Yang disebutkan terakhir ini, anak yang seperti apa ya? Gemuk maksudnya?

Namun, fenomena yang sering ada dalam bus kota adalah kurangnya tempat khusus untuk orang tua maupun ibu hamil, terlebih lagi bila ada orang tua yang hamil. Apalagi bila kursi telah terisi penuh, maka mungkin saja kita temukan ada orang tua yang berdiri di dalam bus. Nah, kalau ada begitu, kok bisa? Kok dibiarkan saja?

Dari Filipina

dari-filipina
Bendara Filipina

Kejadiannya rupanya tidak di Indonesia. Bersyukurlah kita. Namun, apakah di Indonesia tidak ada yang begitu? Silakan Anda jawab sendiri, karena Anda yang lebih tahu.

Lokasi peristiwanya adalah di kota Damaguete, Filipina. Ada foto yang memperlihatkan orang tua berdiri di dalam bus, mereka adalah satu pasangan. Orang yang menyebarkan foto itu adalah Jovit Je Lim. Mungkin banyak di antara Anda yang tidak mengenalnya. Memang benar, termasuk yang menulis ini. Foto itu diperoleh dari istrinya yang menjadi penumpang yang sama di bus tersebut.

Bagaimana lebih jelasnya foto tersebut? Orang tua yang satu, laki-laki alias kakek, mengenakan baju merah dan memakai topi. Istrinya atau si nenek di depannya. Mereka menjadi orang tua yang berdiri di dalam bus karena memang tidak mendapatkan tempat duduk, apalagi tempat tidur. Ada kursi di depannya, tetapi sudah diduduki oleh wanita yang sedang hamil.

Rasa Sedih

rasa-sedih

Melihat pemandangan seperti itu, kakek dan nenek berdiri di dalam bus, wanita yang mengambil foto merasa sedih. Benar-benar tidak ada yang memberikan tempat duduk untuk sepasang sejoli tua itu. Hal yang membuat sedih lagi adalah mereka berdua berusaha untuk tetap tegar berdiri ketika bus terus melaju. Sang kakek memeluk istrinya dari belakang agar tidak jatuh ke depan. Sungguh kakek yang penuh perhatian terhadap kekasih hatinya.

Tanggapan Warganet

Ketika ada sesuatu dibagikan di media sosial, entah itu foto maupun video, biasanya memang ada tanggapan. Pada kejadian ini, hampir semua prihatin dengan kakek dan nenek itu. Ada yang marah. Ada pula yang geram dan jengkel, masa orang tua berdiri di dalam bus tidak ada yang peduli?

Mereka juga memfokuskan pada penumpang lain di dekat kakek dan nenek itu yang tidur dan acuh tak acuh dengan situasi tersebut. Padahal di negara Filipina, ada peraturan kaitannya dengan hak istimewa untuk orang tua atau yang usianya sudah lanjut. Hak istimewa termasuk dapat kursi dan tarif yang didiskon untuk mereka.

Teringat Faceapp

faceapp
Aplikasi Faceapp yang Sempat Viral

Anda masih ingat dengan aplikasi pengubah wajah yang bernama Faceapp? Kalau masih ingat, berarti Anda memang belum menjadi setua itu sesuai dengan hasil yang ditampilkan di Faceapp. Warganet ramai-ramai memakai aplikasi itu dan mengunggahnya ke media sosial. Ada semacam tantangan untuk menampilkan wajah setelah menjadi tua. Age challenge. Meskipun ada yang berpendapat bahwa sudah banyak yang mengalami penuaan diri gara-gara Faceapp.

Reaksi pun berdatangan. Ketika ada orang mengupload wajah tuanya, teman-temannya banyak juga yang like, komen, bahkan share. Wajah-wajah tua itu tampak lucu, bahkan terlihat imut. Hah, imut dari mana?

Itu baru dari aplikasi. Kenyataannya, adakah orang yang ingin menjadi tua? Tubuh yang mulai lemah, bungkuk, gigi ompong, rambut beruban semua, pakai tongkat untuk berjalan dan lain sebagainya. Mungkin di aplikasi, mereka tertarik. Bukankah orang Indonesia memang punya sifat dan karakter suka ikut-ikutan?

Nah, kalau kita sudah bisa merasakan wajah tua, bagaimana dengan orang tua betulan? Apakah ketika di dalam bus, kita melihat sepasang orang tua seperti berita di atas? Bukankah kita jadi merasa kasihan, bahwa orang-orang tua itu memang seharusnya diberikan kursi agar lebih nyaman menikmati perjalanan.

Namun, tidak semua memang penumpang mau memberikan kursinya. Karena mereka toh juga merasa lelah, mengantuk dan sudah sedari tadi menanti tempat duduk yang kosong. Apalagi mereka juga membayar naik bus itu. Jadi, benarnya bagaimana?

Secara moral dan etika, mungkin kita bisa memberikan kursi kepada orang tua yang berdiri di dalam bus. Karena yang anak muda jauh lebih kuat berdiri. Fisiknya masih prima dibandingkan dengan orang tua, semisal kakek atau nenek yang fisiknya sudah ringkih. Toh, memberikan kursi itu juga tidak setiap saat. Ada kalanya saja. Dan, kursi itu juga sepenuhnya bukan milik kita, karena tidak kita bawa pulang setelah turun dari bis.

Apakah orang tua berdiri di dalam bus harus diberikan tempat duduk? Rupanya beda negara, beda perlakuan juga. Seperti di negara ini. Nah, ketika menghadapi situasi ada orang tua berdiri di dalam bus, maka hal itu bisa dianggap sebagai sedekah. Bayangkan jika kita yang masih muda tidak memberikan tempat duduk, jangan-jangan nanti ketika sudah tua diperlakukan begitu juga? Bagaimana hayo? Mungkin saja bukan?

Okelah, kita berharap bisa berumur panjang. Kalau harapannya seperti itu, berarti pasti akan memasuki masa tua. Dan, biasanya dalam kondisi tua, penyakit-penyakit sudah main silaturahmi saja. Penyakit yang satu muncul, eh, ajak juga teman-temannya. Ketika itu, waktu kita naik bus, bisa jadi kita tetap merasa kepayahan. Keletihan yang luar biasa. Apalagi tidak ada yang membantu perjalanan kita. Toh, kalau kita berdiri di dalam bus juga?

Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan pada saat itu? Saat menjadi tua, yang seharusnya dihormati oleh yang muda, malah mereka lebih banyak menghormati bendera dan atasannya dalam upacara. Jelas akan sangat tersiksa bagi kita sebagai orang tua itu.

Masih ada lagi? Oh, jelas masih ada. Kita bayangkan lagi seandainya itu menimpa orang tua sendiri. Kakek dan nenek sendiri. Jelas kita yang lebih muda akan merasa geram, masa orang tua atau kakek dan nenek kita tidak diberikan tempat duduk? Teganya itu para penumpang bus! Bahkan bisa jadi kita terpikir untuk memaki-maki mereka semua. Kalau perlu, kita ajak berkelahi semuanya. Wah…

Itulah perasaan yang bisa muncul seandainya ada keluarga kita mengalami perlakukan seperti itu. Padahal orang lain juga punya keluarga. Mereka juga menjadi orang tua dan kakek nenek bagi orang lain. Mungkin kita merasa aman dan nyaman saja karena toh bukan keluarga kita yang mengalami seperti itu. Tapi, bagi orang lain? Begitulah. kita kadang lebih peduli dengan diri sendiri dan kepentingan keluarga sendiri.

Memang, menghadapi kondisi seperti ini, selalu ujungnya adalah kembali kepada diri sendiri. Jika seperti itu, jelas rumit juga. Karena masing-masing akan berpikir menurut dirinya sendiri. Setidaknya, marilah kita merenung lebih dalam, mungkin lebih dari dua meter. Bahwa berbagi kepada orang lain itu tidak semata-mata bicara materi apalagi uang. Cukup dengan berbagi tempat duduk, sekiranya ada orang yang lebih membutuhkan. Bukankah setiap kebaikan itu pasti akan dibalas dengan kebaikan pula oleh Allah? Lalu, mengapa tidak berbuat kebaikan saja?

Berebut Kursi

dalam-bus
Dari Bus, Surga Pun Tertembus, Bisakah?

Ketika pada masa Pemilu, banyak orang yang berebut kursi untuk menjadi anggota dewan, maupun pemimpin masyarakat, maka akan lebih bagus yang kita perebutkan adalah kursi yang lebih baik daripada itu semua. Kursi itu adalah kursi di surga kelak. Memang berat. Memang tidak ringan. Tapi, dengan berbuat baik dari dalam bus, mungkin itu yang akan mengangkat kita nantinya. Dari bus, surga Firdaus pun ditembus. Yuk, berbuat kebaikan!

One thought on “[Miris] Kok Orang Tua Berdiri di Dalam Bus Dibiarkan Saja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *